Minggu, 20 April 2014

Pertemuan 1: Mengapa Saya Menulis?

Dimulai dengan pertanyaan, buku apa yang paling berpengaruh dalam hidupmu selain Kitab Suci? Bisakah sebuah buku merubah hidup dan menggerakkan hidup seseorang? Ada buku dimana orang bisa dibuat tidak tenang jika tidak bertindak atau melakukan sebuah perubahan.

Penting untuk membuat buku itu bermanfaat, bukan sekedar best seller dan disukai masyarakat. Buku yang laris belum tentu bermutu, demikian pula sebaliknya.

Di Goodreads, portalnya para penggila buku sedunia, kita bisa melihat peringkat buku yang paling banyak dibaca orang, baik skala internasional, maupun nasional.

Menurut sebuah bocoran dari penerbit ternama bahwa buku terlaris saat ini adalah kategori buku anak, khususnya komik jepang dengan 17%, buku sekolah 12%, fiksi 5%, bisnis, ekonomi dan sosial 3%, pengembangan diri 2.8%, dan agama 1%. Saat ini terdapat 1162 – 1500 penerbit yang terdaftar dan menghasilkan sekitar 20.000 judul buku per tahun. Namun sekitar setengahnya merupakan karya terjemahan.

Menulis itu bagai membentangkan karpet merah hidupmu. Ahmad Fuadi melanglang buana ke 33 negera dan mengenal banyak orang hanya karena menulis. Efek menulis itu bisa lebih dahsyat daripada peluru. Peluru hanya akan menembus kepala 1 orang, namun sebuah buku dapat mempengaruhi hidup banyak orang, melintasi zaman dan generasi.

Tugas pertemuan 1:
1. Membaca buku tentang Makna hidup. Tulislah essay tentang buku tersebut dan data mengenai buku.
2. Essay mengapa saya menulis? Usahakan jangan umum agar energinya keluar.


Dikumpulkan Senin, 28 April 2014 pukul 7.00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar