Langsung ke konten utama

9 Langkah Menulis Review Produk

Ilmu keren ini saya dapat dari Training for Blogger Indscript-Kraft yang dilaksanakan secara online dalam secret grup Facebook 17 Juni 2015.

Pada dasarnya tujuan tulisan review produk adalah untuk memberikan informasi yang meyakinkan dan menggiring opini pembaca dengan pengalaman pribadi. Istilahnya soft selling, menjual dengan cara halus. 

Berikut 9 langkah untuk menulis Review Produk: 
1. Cobalah produknya. Untuk produk mahal bisa dengan mencari info mengenai keunggulan produk tersebut dari orang yang telah memakainya.

2. Pelajari tentang review produk sejenis dan mencari ide yang out of the box. Cari ide dari pengalaman pribadi.

3. Buat alur cerita sebelum memulai. Tulis dengan runtun dan mengalir.

4. Pecah alur cerita menjadi beberapa paragraf. Pastikan satu paragraf mengandung hanya 1 ide cerita. Hindari membuat paragraf yang terlalu panjang dan membuat mata pembaca lelah.

5. Kata pembuka yang memikat.

6. Selipkan info produk secara halus. Bisa juga dengan link ke produknya.

7. Kata penutup berupa kesimpulan yang bersifat ajakan halus.

8. Pilihan judul yang menarik. Hindari memberikan judul yang berupa kesimpulan. Bisa juga menggunakan kata tips atau angka (seperti 5 cara...). Nama produk tidak perlu ada pada judul.


9. Sebelum di posting, baca lagi tulisan keras-keras. Potong kalimat yang terasa terlalu panjang.

Terima kasih banyak buat Bu Guru Wuri Nugraeni yang telah berbagi ilmu dan mereview SEMUA tulisan para anak didiknya. Dari situ kita bisa belajar mengenai Ide tulisan, Judul, Opening, Isi, dan Closing dari sejumlah tulisan yang masuk, dan tentu saja tulisan dari 3 pemenang utama.

Contoh tulisan saya ada  disini. Walau belum menang uang sejuta, tetap bahagia karena dapat ilmu seru, ketemu teman-teman baru dan jadi bisa mendapatkan pulsa gratisan.

Semoga bermanfaat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Oleh-oleh Framework Pendidikan Berbasis Fitrah Harry Santosa

Tidak terasa 1 tahun lebih sudah berlalu sejak pertemuan pertama saya dengan Pak Harry Santosa. Dalam sebuah Seminar Home Education pada 13 September 2014 di SD Darul Hikam, Pak Harry Santosa dan Ibu Septi Peni Wulandani membuka mata saya mengenai konsep Pendidikan berbasis Potensi dan Akhlak bersama Keluarga dan Komunitas.  Jika diingat kembali, pertemuan itu bisa dibilang sangat bersejarah. Karena dari pertemuan itu saya mulai mengenal komunitas Institut Ibu Profesional, Homeschooler Bandung, dan ITBMotherhood. Ternyata banyak juga orang tua yang haus ilmu untuk mendidik putra-putri mereka di Bandung Raya ini. Setahun lebih kemudian, tepatnya Minggu, 29 November 2015, Pak Harry Santosa kembali dengan mempersembahkan sebuah pemikiran yang telah dibukukan dengan rapi berjudul Fitrah based Education, sebuah Model Pendidikan Peradaban – Bagi Generasi Peradaban – Menuju Peran Peradaban, Mengembalikan pendidikan sejati selaras fitrah, misi hidup dan tujuan hidup. Singkat kat...

Oleh-oleh Kuliah Umum Fitrah Based Education Adriano Rusfi

Hari Minggu, 29 November 2015 lalu, saya kembali menghadiri sebuah Seminar Parenting di Aula Bapusibda Bandung. Kali ini judulnya Kuliah Umum Melahirkan Generasi Emas Melalui Pendidikan Peradaban berbasis Fitrah yang diadakan oleh Komunitas HE-BPA atau Home Education – Berbasis Potensi dan Ahlak. Buat saya, yang seru dari setiap Seminar Parenting adalah menularnya aura positif dari para peserta. Mereka adalah para ayah dan bunda yang selalu semangat untuk meng-upgrade diri dengan menambah pengetahuannya untuk mendidik anak-anak mereka. Jadi wajar saja kalau ada teman yang bisa kecanduan ikut acara seminar parenting seperti ini. Pada Kuliah umum kali ini, walau memang didominasi para bunda, ternyata banyak juga para ayah yang semangat untuk mengikuti acara. Materi pertama dari Psikolog lulusan UI, Drs. Adriano Rusfi, S.Psi atau yang sering di sapa Bang Aad. Beliau menyampaikan materi Melahirkan Generasi Aqil Baligh untuk Peradaban Indonesia yang Lebih Hijau dan Lebih Damai. Kon...

Oleh-oleh dari Kuliah Umum Septi Peni Wulandani

Biarkan anak tumbuh alamiah sesuai fitrahnya. Itu pesan kuat yang saya tangkap dari acara kuliah umum Ibu Septi Peni Wulandani di Aula Perpustakaan Bapusibda Jl. Kawaluyaan Indah II Bandung. Kuliah Umum dengan tema Menjadi Ibu Profesional untuk Mencetak Generasi Handal diprakarsai oleh Institut Ibu Profesional Bandung dengan bekerja sama dengan Bapusibda Jawa Barat. Pada Sabtu, 10 Oktober 2015, selama lebih dari 1 jam sekitar 200 lebih peserta terbius cerita Bu Septi yang begitu kocak namun penuh inspirasi berharga. Siapa Bu Septi? Ternyata banyak juga yang belum mengenal Ibu kelahiran 21 September 1974 ini. Maka wajar ketika moderator merasa perlu menampilkan selusin prestasi keren beliau, diantaranya: Ibu Teladan versi Majalah Ummi 2004 Danamon Award 2006 kategori Individu Pemberdaya Masyarakat Tokoh pilihan Majalah Tempo 2006 Inovator Sosial pilihan Pasca Sarjana FISIP UI 2006 Woman Enterpreuner Award Ashoka Foundation 2007 Ikon 2008 bidang IPTEK versi Majalah...