Langsung ke konten utama

Postingan

Pertemuan 9: Desain dan Promosi

Jika dianalogikan dengan sebuah proses kelahiran, tahap desain dan promosi adalah saatnya mulai ada bukaan menunggu lahirnya sebuah buku. Desain yang dimaksud disini mencakup desain sampul, warna, penampilan isi, layout, font, pembatas antar bab dan sebagainya. Desain dari buku semestinya dapat merepresentasikan isi buku. Penulis perlu meluangkan waktu untuk memikirkan hal ini dan memiliki konsep yang jelas mengenai desain bukunya. Jangan cepat puas dengan apa yang diberikan oleh pihak penerbit. “Sekarang sudah bukan masanya Penulis hanya menulis.” Kadangkala penulis memang perlu mengeluarkan biaya sendiri sebagai investasi, misalnya untuk membeli buku beberapa eksemplar (biasanya terjadi pada penerbit kecil), bayar ilustrasi sendiri, membuat model peraga untuk promosi. Misalnya topi menara-menara an yang dipakai beberapa artis saat promosi buku N5M. Dalam pertemuan ini, Kami juga jadi mengerti behind the story -nya proses menemukan cover Negeri 5 Menara.  Bagaimana gari...

Pertemuan 8: Editing dan Revisi

Materi: 1.       Ada 2 proses dalam menulis: inspirational stage (menangkap ide) dan craft stage (menyusun ide ini agar masuk akal). Yang pertama writing dan yang kedua editing. 2.       Jangan dicampur, lakukan terpisah. Jangan lomba lari sambil menalikan sepatu setiap langkah. Dalam menulis novel N5M bahkan pak guru mengetik tanpa melihat layar. Terus saja mengetik terus tanpa berhenti. 3.       Inspirational stage lebih penting karena editing terjadi hanya kalau ada bahan. Kalau tidak, maka isi tulisan kita hanya corat-coret. 4.       Tulis draft lengkap tanpa membaca ulang, atau 1 bab, atau 1 adegan. Jangan patahkan aliran ide. 5.       Rewrite penting, tapi jangan berlebihan. Kadang-kadang kata pertama itu sangat kuat, tapi kadang perlu diperkuat. 6.       Singkat padat, kalau ragu, potong. Lebih baik buku tipis tapi berk...

Pertemuan 7: Dialog

Pada intinya, pertemuan kali ini dibicarakan mengenai bagaimana triknya membuat dialog yang bagus. Berikut beberapa hal penting yang disampaikan Pak guru seperti dirangkum oleh Putri dan Shanty: 1.       Pahami bahwa tujuan dialog adalah memberi KESAN (impresi) dialog yang riil, tapi bukan mereplikasi atau meniru mentah-mentah. Life has no plot, conversation has no shape, repetitive. Record it! Dialog yang riil itu membosankan, berlebihan dan banyak perulangan. Bukan itu yang ingin dibaca orang. Khaled Hosseini dalam novelnya The Kite Runner memiliki cara unik dalam membuat dialog yang menggunakan ungkapan dalam bahasa lain. Ia menerjemahkan beberapa istilah asing dengan menggunakan kalimat lain. “Tashakor, Ali jan.” “Aku mendoakanmu sepanjang waktu.” “Kalau begitu, teruslah berdoa. Kita belum menyelesaikannya.” atau: “Assalamu’alaikum, Bachem.” Halo, anakku. “Wa’alaikumussalam, Jenderah Sahib,” aku menjabat tangannya. Dialog diatas tid...

Pertemuan 6: Setting

Pertemuan setelah 5 minggu tidak bersua ini dimulai dengan Bang Fuadi menyampaikan mengenai hasil evaluasi kedisiplinan peserta AM5M, kewajiban piket (akan dibuat ceklist apa yang perlu disiapkan petugas piket oleh Rendy), program sharing  rutin materi yang berhubungan dengan penulisan dari peserta di setiap pertemuan, mengingatkan surat pernyataan penulis RUN bagi yang belum mengumpulkan, acara mengikuti aktivitas penulis, sampai ke evaluasi proyek RUN. Hari ini kami masuk ke pembahasan mengenai setting dalam sebuah cerita fiksi. Setting itu bagaikan tepung dalam kue. Bukan yang terpenting, tapi tanpa tepung kue tidak akan jadi. Setting itu anchor/jangkarnya cerita. Ia membumikan suatu cerita. Story telling is picture painting with words . Bagaikan pelukis yang menggambarkan suatu tempat dengan kuas dan kanvasnya, penulis menggambarkan suasana atau tempat dengan kata-kata. Bagaimana membuat setting yang baik? Setting harus terasa nyata, dimana pembaca akan merasa...

Renungan Evaluasi AM5M

Akhirnya pengumuman evaluasi Akademi Menulis 5 Menara yang ditunggu-tunggu itu keluar. Isu eliminasi memang menghantui setiap peserta  dalam beberapa bulan terakhir sejak kekesalan Pak Guru pada pertemuan terakhir yang menjadi titik terendah kehadiran peserta. Ada yang terpaksa di eliminasi, ada yang terkena sanksi, ada yang harus hati-hati, ada yang biasa dan ada yang terpuji. Ini semua berdasarkan sebuah penilaian terukur dari kedisiplinan. Apa saja penilaian evaluasi ? Seperti yang disampaikan Bang Fuadi dari awal, kedisiplinan dan taat deadline adalah hal yang tidak bisa ditawar di AM5M. Terus terang saya sendiri sempat lengah dengan tidak mengikuti pelatihan sekali dan terlambat mengumpulkan tugas sekali. Ternyata itu sangat berpengaruh. Berikut penilaian yang dilakukan: Setiap ketidakhadiran, apapun alasannya baik itu ijin karena tugas kantor, tugas kuliah, sakit, dan sebagainya point dikurangi 1. Alasannya karena setiap ketidakhadiran dinilai akan ketinggalan ma...

One on One: Review Proyek Akhir

Setiap peserta AM5M diminta untuk membuat sebuah proyek akhir. Proyek akhir dapat berupa novel, kumpulan cerpen, atau tulisan lainnya dengan minimal panjang 20 lembar. Pada pertemuan ke-3, kami sudah diminta untuk menuliskan garis besar proyek akhir kita dalam bentuk outline, mindmapping dan biografi karakter dari tokoh di dalamnya. One on one adalah model belajar kelompok yang diusulkan Bang Fuadi untuk memungkinkan kami dalam kelompok yang terdiri dari 3 orang mendapat pengarahan dan berdiskusi dengan beliau membahas proyek akhir masing-masing bersa. Tapi sejauh ini, prakteknya one on one hanya dilakukan Bang Fuadi dengan 2 orang peserta dalam satu pertemuan. Lamanya sekitar 1-2 jam. Karena saya di Bandung, dan agak sulit mengatur jadwal one on one dengan beliau, saya diijinkan untuk melakukan proses ini melalui telepon. Awalnya Bang Fuadi mengirimkan foto print out tugas saya (Outline dan biografi karakter) yang sudah sudah ada coretannya. Biar tidak bingung, saya jelaskan sedi...

Pertemuan 5: Plot

Sebenarnya pada pertemuan kali ini saya tidak hadir karena dilaksanakan di malam hari di bulan Ramadan. Karena tidak memungkinkan keluar kota saat ini, jadinya saya harus cukup puas membaca review pertemuan yang disampaikan oleh Divisi Akademis. Ini asyiknya di Akademi Menulis 5 Menara, walau kita tidak hadir ke pertemuan atau agak bolot ketika mendengar penjelasan Pak Guru, kita bisa baca lagi mengenai materi hari itu dari review yang ditulis oleh teman-teman dari Divisi Akademis (thanks to Putri, Dini, Fina dan Lina). Apa yang dimaksud dengan plot? Pada pertemuan kali ini kami mulai masuk pada materi mengenai membuat plot sebuah cerita. Plot itu berbeda dengan cerita/story. Cerita adalah sekedar narasi yang tersusun dalam suatu alur waktu. Contohnya Raja mangkat, lalu Ratu mangkat pula. Sedangkan Plot adalah narasi yang membutuhkan perubahan sepanjang cerita dan terdapat hubungan sebab akibat (casuality) dimana suatu kejadian menyebabkan kejadian yang lain. Contohnya Raja ...